Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI Nahdlatul Wathan Samawa kembali menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai persiapan mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.

Kepala P3M STAI Nahdlatul Wathan Samawa, Ulva Hiliyatur Rosida, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Partisipatif merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. KKP menjadi mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa sebagai salah satu syarat penyelesaian studi sarjana.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa KKP merupakan wadah aktualisasi diri bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata yang berdampak dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat desa lokasi KKP.

Dalam kesempatan tersebut, Ulva juga menekankan pentingnya nilai integritas, yakni kesesuaian antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Nilai ini diharapkan menjadi prinsip utama yang dipegang mahasiswa selama menjalankan peran sebagai peserta KKP di tengah masyarakat.

KKP Tahun Akademik 2025/2026 mengusung tema “Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Berdampak dan Maslahat.” Melalui tema ini, mahasiswa didorong untuk membangun kolaborasi yang harmonis dengan masyarakat sehingga tercipta kebermanfaatan yang tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga bernilai ibadah.

Kegiatan pembekalan dan pelepasan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, sejak pukul 08.30 WITA ini dihadiri oleh Ketua STAI Nahdlatul Wathan Samawa, para Dosen Pembimbing Lapangan, panitia, narasumber, mahasiswa peserta KKP, serta civitas akademika STAI Nahdlatul Wathan Samawa.

Ketua STAI Nahdlatul Wathan Samawa, Mainuddin, M.Pd.I. dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater. Ia menegaskan bahwa KKP bukan sekadar aktivitas formal, melainkan ruang pengabdian yang menuntut kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.

Mahasiswa peserta KKP tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan hingga akhir. Antusiasme ini mencerminkan kesiapan dan semangat mahasiswa untuk bersosialisasi serta berkontribusi langsung di tengah masyarakat.

KKP tahun ini memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Persamaannya terletak pada tetap diberlakukannya pemberian Reward Kelompok KKP Terbaik dan Terinspiratif, serta kewajiban publikasi ilmiah berupa penulisan artikel agar manfaatnya makin meluas. Adapun perbedaannya terletak pada proses pemetaan kelompok, di mana P3M melakukan wawancara mendalam guna menggali komitmen serta minat dan bakat mahasiswa peserta KKP.

Melalui pembekalan dan pelepasan ini, diharapkan mahasiswa mampu menjalankan KKP dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian, sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak, serta bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.